Harus Lebih Banyak Film Kayak Jumbo

Monday, January 05, 2026

Anak balita tidak terlalu tertarik pada film drama, apalagi noir. Anak balita lebih suka menonton film apa pun yang memiliki banyak efek, seperti ledakan, fantasi, suara menggelegar, dan visual berwarna-warni. Setidaknya, itu yang terjadi pada anak-anak saya. Celakanya, tidak banyak film seperti itu yang cocok untuk anak balita. 

Kalaupun ada film-film impor seperti Zootopia, Moana, Mufasa, dan Lilo & Stitch, hampir semuanya tayang di bioskop dengan audio original berbahasa Inggris. Memang ada subtitle bahasa Indonesia, tetapi mereka belum bisa membaca, apalagi dengan pace dialog secepat itu. Jadi, sepanjang film mereka hanya menonton secara visual dan mereka-reka jalan ceritanya. Kalaupun ingin menonton dengan audio dubbing berbahasa Indonesia, harus menunggu sekitar tiga bulan berikutnya hingga tayang di Netflix, misalnya. Tetapi experience-nya pun pasti beda dibandingkan menonton langsung di bioskop.

Jadi, ketika kami sekeluarga menonton Jumbo beberapa waktu lalu, menurut saya film ini sangat serving untuk penonton anak di Indonesia. Selain memang berbahasa Indonesia, filmnya ternyata juga bagus. Akhirnya sekarang sudah ada standar film animasi Indonesia untuk penonton bioskop. Kalau mau ada film animasi lagi, paling tidak kualitasnya harus mendekati Jumbo supaya bisa diterima (dan laku).

Sebagai bapak-bapak penonton film bioskop Indonesia yang dependent (harus bersama istri dan anak jika pergi ke bioskop), saya menantikan film-film seperti Jumbo lebih banyak lagi. Bukan untuk saya, tetapi untuk anak-anak saya dan anak-anak balita lain yang membutuhkan film kategori semua umur dan menarik untuk mereka tonton.

You Might Also Like

0 comments